Definisi, Gaya, dan Falsafah Kepemimpinan

Definisi dan Gaya Kempimpinan

Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan mempunyai kaitan yang erat dengan motivasi. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat tergantung kepada kewibawaan, dan juga pimpinan itu dalam menciptakan motivasi dalam diri setiap orang bawahan, kolega, maupun atasan pimpinan itu sendiri.

Gaya kepemimpinan

1. Otokratis. Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Jadi kekuasaanlah yang sangat dominan diterapkan.
2. Demokrasi. Gaya ini ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan demokratis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.
3. Gaya kepemimpinan kendali bebas. Pemimpin memberikan kekuasan penuh terhadap bawahan, struktur organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif.
(wikipedia).

Falsafah Kepemimpinan

Kata sang rahib, orang bisa mencapai kesuksesan paripurna manakala mampu menjawab tiga pertanyaan sederhana. Pertanyaan pertama, "kapan waktu terbaik bagi anda?"

Bagi mayoritas orang, menyoal waktu terbaik biasanya saat pagi atau malam hari. Waktu terjadi keinginan sehingga seseorang bisa berefleksi. Namun, tidak menutup jawaban pada siang, sore atau petang hari dengan berbagai alasannya. Ternyata jawaban sang rahib sesederhana pertanyaannya: waktu terbaik adalah saat ini juga.

Karena waktu sekarang adalah waktu terbaik, maka seluruh potensi yang ada pada dirinya akan di kerahkan untuk bekerja optimal.

Idiom bernama 'buang-buang waktu,' tidak ada dalam kamus pemimpin. Justru yang ada adalah mengoptimalkan pemakaian waktu untuk hasil yang juga optimal.

Pertanyaan kedua, 'siapa orang yang paling penting bagi anda?' Bisa dimaklumi apabila jawabannya adalah kedua orang tua, pemimpin besar negara, pemimpin bisnis dunia, atau orang-orang terkenal lainnya.

Justru sang rahib memberikan jawaban nan sederhana: oran paling penting adalah orang yang sekarang bersama dengan anda. Tak peduli orang itu atasan anda, bawahan anda, kolega anda, konsumen anda, pasangan anda, kolega anda, sopir anda, pembantu anda. Ketika di bersama dengan anda, dialah orang yang paling penting bagi anda.

Seorang pemimpin harus berusaha selalu respek terhadap orang yang sedang berhadapan dengannya. Hukum sebab akibat akan berlaku dalam konteks ini.

Ketika kita respek terhadap orang lain, dapat dipastikan orang tersebut akan respek terhadap kita.

Akibat lebih jauh karena saling menghormati, orang bersangkutan akan memberikan diri terbaiknya bagi kita.

Pertanyaan ketiga, 'Pekerjaan apa yang paling baik bagi anda?' Tak salah apabila pekerjaan yang sesuai dengan aturan serta tidak melanggar norma dan etika, pekerjaan tersebut baik adanya. Namun, menurut sang rahib, melayani merupakan pekerjaan paling baik.

Falsafah kepemimpinan ini dijelaskan oleh AM Lilik Agung, Trainer dan Pembicara Publik, Mitra Pengelola High Leap Consulting. Di Publikasikan ulang oleh suprih yang dikutip dari Solopos, senin 26 Oktober 2009, hal. 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar