Hubungan Sex dan Kanker Prostat

Apakah dampak aktivitas seksual terhadap risiko kanker prostat?

Ketika orang berbicara mengenai seks dan kanker prostat, biasanya dalam konteks seks orang bertanya-tanya, sex seperti apakah yang akan dilakukan setelah mendapatkan perawatan kanker prostat. Penelitian ini relatif baru, namun kita perlu mencari tahu kemungkinan hubungan antara aktivitas seksual dan risiko kanker prostat.

Seks dan Kanker Prostat : Apakah ini berhubungan?

Jawaban yang kemungkinan muncul untuk pertanyaan ini adalah: Ya, Tidak dan Pasti mungkin. Sebagian besar penelitian telah melakukan pendekatan terhadap pertanyaan ini dalam salah satu dari dua cara berikut:
Cara pertama, beberapa penelitian membandingkan orang-orang yang telah didiagnosa dengan kanker prostat tentang kegiatan seksual mereka sepanjang hidupnya (masturbasi, pasangan seks, berapa banyak mitra, dll ...) untuk mencari perbedaan yang signifikan.
Pendekatan lain atau cara kedua adalah meminta pada orang-orang yang tidak memiliki kanker prostat tentang kehidupan seks mereka dan kemudian mengikuti perkembangan mereka selama bertahun-tahun dan mencatat siapa yang terserang penyakit dan siapa yang tidak. Para peneliti kemudian mencari setiap perbedaan dalam kegiatan seksual dua kelompok.

Ada sekitar selusin studi yang sebagian besar telah mengambil pendekatan pertama, namun studi AS justru mengambil cara kedua. Hal ini justru memunculkan pertentangan jawaban. Untuk mendapatkan ide tentang mengapa tidak ada jawaban memuaskan untuk pertanyaan ini, sebaiknya kita pertimbangkan beberapa temuan dari studi ini:

1. Sebuah studi dari 1.000 pria Australia yang telah didiagnosa sebelum usia 70 tahun tidak menemukan hubungan antara kanker prostat dan jumlah pasangan seksual. Mereka juga menemukan bahwa pria yang berejakulasi lebih sering di usia 20an mereka memiliki penurunan risiko kanker prostat.
2. Sebuah studi yang membandingkan 430 pria Inggris, yang telah didiagnosa sebelum usia 60, ditemukan bahwa peningkatan masturbasi selama usia 20an mereka meningkatkan risiko penyakit, sedangkan peningkatan yang 50s masturbasi dalam mengurangi risiko penyakit. Yang tak dapat dijelaskan dalam penelitian ini adalah fakta bahwa masturbasi itu dikaitkan dengan peningkatan risiko, tetapi hubungan seksual tidak.
3. Sebuah studi setelah hampir 30.000 orang AS selama 8 tahun tidak menemukan hubungan secara keseluruhan antara seberapa sering seorang pria berejakulasi dan risiko kanker prostat, namun mereka menemukan bahwa orang-orang yang melaporkan frekuensi tertinggi ejakulasi memang memiliki resiko agak berkurang.
4. Mereview 19 studi sebelumnya, para penulis studi di atas menunjukkan bahwa sembilan di antara mereka menemukan bahwa dengan meningkatnya aktivitas seksual datang peningkatan risiko, tujuh menemukan bahwa dengan meningkatnya aktivitas seksual risiko menurun dan tiga tidak menemukan hubungan sama sekali.

Mengapa begitu banyak hasil yang saling bertentangan? Salah satu alasan adalah beberapa studi ini melihat hal yang sama dengan cara yang sama. Beberapa studi mendefinisikan aktivitas seksual seperti hubungan intim, beberapa mendefinisikannya sebagai setiap ejakulasi, beberapa tidak menentukan sama sekali. Dan setiap Studi ini menggunakan cara yang sedikit berbeda bertanya berapa banyak seks pada usia berapa, yang itu sendiri yang muncul sebagai faktor penting.

Jadi, "ya" adalah karena kebanyakan studi telah menemukan beberapa jenis hubungan. "Tidak" adalah karena beberapa yang sangat baik tidak berpikir hubungan yang cukup kuat untuk menjadi signifikan. Secara keseluruhan, meskipun, aku akan tetap dengan "jelas mungkin" jawabannya. Sayangnya, Kita masih tahunan atau lebih untuk memahami apa yang paling tepat

source : http://sexuality.about.com/od/sexualscience/a/sexprostatecanc.htm

3 komentar:

  1. Blog yang menarik dan informatif sekali

    Klinik Apollo Adalah Rumah Sakit di Jakarta, Dibidang Andrologi dan Ginekologi, terbaik dan Nomor 1 di jakarta memberikan layanan medis prima, dilengkapi alat medis yang modern menyembukan berbagai penyakit kelamin seperti Gonore, Kencing nanah, Sipilis sifilis,Kutil kelamin , Kondiloma akuminata, Kutu kelamin, Keputihan, Ejakulasi Dini,Wasir dan Ambeien


    Ciri Terkena Penyakit Prostat

    Radang Prostat dan Pembengkakan Prostat

    BalasHapus